Kholil

Inspiration for your life

Cari Blog Ini

FADHILAH AYAT LIMA

Assalamu'alaikum wr wb. Semua Ayat-suci al-qur'an baik adanya dan mengandung rahasia-rahasia tersendiri, banyak manusia yang mendapat kan petunjuk dari nya, dan menjadi pedoman andalan pertama selain hadits-hadits nabi, bagi muslim wajib lah belajar membaca nya dan mempelajarinya lalu menerapkan dalam hidup sehari-hari,,'' sepintas memang jika kita sebagai hamba yang awam tidaklah terlalu mencintai nya al-qur'an itu di baca saja sekali-kali saja jika waktu sedang mud atau apalah namanya....,Lain bagi mereka-mereka yang mencintai nya ia senantiasa membaca dan mempelajarinya secara tekun...hingga ia memperoleh jerih payah itu membuah kan hasil yang tak terduga-duga....'Asal kita yakin bagian mana saja yang anda amalkan pastilah membuahkan hasil dan mendapat ke untungan yang berlipat-lipat lahir batin dunia dan akhirat....dengan niat benar-benar mendekatkan diri kepada allah swt, 

Alqur'an selain pedoman kehidupan terdapat juga sinyal-sinyal rahasia yang terkandung banyak para ahli mengatakan bahwa alqur'an itu menyimpan tujuh rahasia dari tiap ayat yang ada di dalamnya dan tidaklah sedikit para aulia/syeikh/wali-wali allah yang memperoleh manfaat yang luar biasa dari kalamullah tersebut,karena memang mereka tidak menjadika al-qur'an itu sekedar pajangan di rak buku,Almari dll seperti kebanyakan masyarakat saat ini,''berikut keterangan tentang kekususan ayat lima yang dapat admin himpun untuk pengunjung Mahkota Cahaya Selamat menyimak. 


Alqur'an bagian mana saja itu di anjurkan untuk di baca dan di pelajari baik yang tersurat maupun yang tersirat di dalam nya, Mengapa ayat ini di nama kan ayat lima? Karena memang ayat liima ini terdiri dari lima ayat yang terpisah letaknya, namun karena banyak para orang-orang suci pada jaman dahulu yang mengamalkanya sebagai perisai diri dari segala hal lantas tersiar lah kabar akan ke dasyatan ayat lima tersebut'' Ayat lima ialah Ayat-Ayat Al-Qur'an Yg terdapat 10 Huruf Qof dalam setiap Ayatnya,, 
Antara lain penjelasan-penjelasan juga terdapat di dalam kitab satu ini.berikut nukilan nya. 

Di nukil dari kitab ( Khozinatul Asror ) karya Syeik Al ustad Muhammad Haqqi An Nazili R.A.waliyyulloh Hal 73 Dalam bab "Aqwalul Aimmah wal Masyayiikh Fi Khowasil Khomsil Ayatil Qur'aniyyah Fi Kulli Ayatin' Asyra Qoofan wa laha Khowasun ghoribah wa asrorun 'Ajiibah wa fadoilun katsirotun wa manafi'un 'adiidah. 

Ucapan - Ucapan para Imam dan para guru Mursyid yang membahas ke khususan 5 Ayat Al-Qur'an, Yg terdapat 10 huruf Qof pada masing - masing ayatnya, Bagi 5 ayat ini mempunyai berbagai macam ke khususan yg langka, Rahasia-Rahasia yang Ajaib, Keutamaan yg banyak serta mempunyai manfa'at- manfa'at yg tidak terhitung''. 

Telah berkata sebagian Ulama ahli Khowas ( Yg mempunyai ke khususan ), salah satu khasiat dari ayat 5 ini adalah untuk bertemu dengan musuh, Barang siapa yang membawa serta tulisan Ayat 5 ini dengan wifiqnya maka Alloh S.W.T akan menolong orang tsb dari semua musuh-musuhnya, Dan dia tidak akan mendapatkan dari keburukkan musuh2 nya, Tipu daya musuh2 nya, Senjata musuh2 nya, apabila ada seseorang yg memusuhinya kecuali Alloh S.W.T telah mengalahkan musuh tersebut, Dan salah satu khasiat ayat 5 ini akan membuatnya mempunyai kewibawaan yg luar biasa pada hati-hati nya manusia, Jika orang tersebut masuk menghadap pada seorang raja/Penguasa yg dzolim maka dia akan aman dari segala keburukannya perangai si zalim tersebut, Ayat 5 merupakan Hijab benteng dari segala gangguan Manusia, Jin Setan, dan Iblis yg membangkang, Sangat baik sekali di tulis wifiqnya serta dibaca ayatnya. Diriwayatkan dari Al-Faqiih Al-Kabiir Al-Wali Al- Makin Ahmad Bin Musa Bin 'Ajil R.A, " 5 Ayat Al- Qur'an yg terdapat 50 huruf Qof, Tidaklah ayat 5 tsb dibaca didepan musuhnya kecuali musuh tsb kalah dan takluk, Dan tidaklah Ayat 5 ini dibaca oleh seseorang yg takut padea musuhnya kecuali Alloh akan memeliharanya dari segala keburukan musuhnya dan Alloh S.W.T menjaganya dari kesalahan dan segala macam penyakit ". 

Diriwayatkan oleh Syeikh Najmuddin Al-Qubra menerima dari Sayyid Ma'ruf Al-Karkhi menerima dari Syeikh Nidzom Al-Aulia menerima dari Syeikh Fariduddin menerima dari Syeikh Hamiduddin Nakuury menerima dari penghulunya para guru Syeikh Ahmad Kabiru Ar-Rifa'i menerima dari Syeikh Musa As-Sidraany menerima dari Syeikh Madyan Al-Magribi menerima dari Sulthon Aulia Sayyid Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani menerima dari amirul Mu'miniin Sayyidina Ali bin Abi Tholib menerima dari Rosulululloh S.A.W, Sesungguhnya Rosululloh S.A.W telah bersabda: " Barang siapa yg senantiasa membaca 5 Ayat yg agubg serta mulia ini yg terdapat 10 huruf Qof pada tiap ayatnya, Atau barang siapa yg menulis Wifiq dari 5 Ayat ini dan dibawa serta olehnya, Maka sesungguhnya Alloh S.W.T akan mengirimkan baginya 12000 Malaikat yg menggenggam Alat alat perang yg berupa cahaya yg bersinar, Ke 12000 malaikat tsb senantiasa akan menjaga orang tsb dari berbagai macam mara bahaya serta penyakit, Dan Alloh S.W.T akan membangun untuknya di surga Firdaus 600 gedung yg terbuat dari permata Yaqut merah, jika Ayat 5 ini dibaca oleh seorang Raja/Penguasa maka Alloh S.W.T akan menetapkan kekuasaanya dan alloh S.W.T akan membuka kan baginya pintu2 pertolongan, Dan Alloh S.W.T sempurnakan kewibawaannya, dan Alloh S.W.T tundukkan baginya semua para Umaro'/Pemimpin dan 
wazir/Mentri serta Alloh S.W.T akan mengalahkan untuknya semua musuh-musuhnya sehingga tidak akan sampai terhadapnya semua hal2 yg membahayakannya dan yg menggangunya". 

Dan telah berkata Syeikh Majduddin Al-Kirmany R.A ( Yg Mempopulerkan Do'a Nurun Nubuwwat / Nur Buat ) " Didunia ini ada 4000 Rijalul Ghoib, 4000 Wali Budala' ( Jama' dari Abdal ), 4000 Wali Autad dan 4000 Wali Qutub, Yang semuanya menggunakan dan membaca Ayat 5 ini, Maka barang siapa yang senantiasa membaca dan membawa serta Wifiq dari Ayat 5 ini, Maka dia akan menjadi ahli hikmah yg mumpuni baik lahir maupun batin dan disegani baik oleh penduduk langit maupun bumi, Dan dia akan berjumpa dengan para wali Qutub dan Rijalul Ghoib". 

( Shohibul 'Arais ) Barang siapa yang membaca Ayat 5 dan membawa serta Wifiqnya, maka Alloh S.W.T akan menjaganya dari segala macam jenis bisa dan racun, kejahatan Ilmu Sihir/Hitam,Mara bahaya, Segala yg menggangu dan Alloh S.W.T akan memberinya seorang Khodam dari golongan Jin sehingga menjadikannya Ahli Hikmah dengan keberkahan nya 5 Ayat ini. 

( Sayyidina Al- Imam Asy-Syeikh Al- Qutub Abu Hasan Asyadzili R.A ) ( Beliau Yang Mem populer kan ber Bagai Hizib antara lain Hizib Nasr,Bahr, dan beliau penyusun kitab '' Sirrul Jalil '' dan masih banyak lagi karya-karya beliau) "Sayyidina Al-Imam Asy-Syeikh Al-Qutub Abu Hasan Asyadzili R'A beliau berkata '' Pada suatu hari aku telah melihat Qutbul Aqtob ( Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani ) dan memberiku wasiat agar aku senantiasa membaca ayat 5 ini dan menulis Wifiqnya, dan aku bertanya kepada beliau tentang rahasia2 ayat 5 in, Maka Syeikh Abdul Qodir Al-jaelani berkata " Barang siapa yang senantiasa membaca dan membawa serta wifiqnya, Maka Alloh S.W.T akan memberikan keamanan, Menjaganya Dari semua musuh2 nya, Orang2 Hasud, tipudaya para musuh2 nya, dan tidak akan menang musuh2 nya walaupun musuhnya sebanyak peduduk langit dan bumi, dan dibuka kan baginya pintu - pintu pertolongan dan kemenangan, dan dia akan mendapatkan derajatnya Qutub. 

Dan telah berkata Syeikh Jamil Al-Yumna R.A " Aku telah berjumpa dengan Qutbul Aqtob Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani R.A, Beliau berkata kepadaku dan mengajarkan padaku Ayat 5 ini , berkata Syeikh Jamil " aku telah mendapatkan segala sesuat dengan barokahnya Ayat 5 ini. 

Dari ( Sayyidatina 'Aisyah R.A ) Menerima dari Rosululloh S.A.W, telah bersabda Rosululloh S.A.W " Barang siapa yang menulis Ayat 5 yang terdapat 10 huruf Qof pada tiap ayat nya pada hari Jum'at, kemudian tulisan tsb diminumnya, maka masuk kedalam perutnya 1000 kesembuhan ,1000 obat, 1000 kesehatan. 1000 Rohamat, 1000 kelembutan, 1000 kekuatan, 1000 keyaqinan, 1000 cahaya, dan dicabut dari dirinya setiap penyakit, ikatan, sedih, bingung serta kesusahan ". - 

KH Abdul Karim, Pendiri Pondok Lirboyo

KH Abdul Karim, Pendiri Pondok Lirboyo

Pecinta Ilmu Yang Rendah Hati


Pertama kali menetap di Desa Lirboyo, ia langsung melantunkan adzan. Aneh, selepas itu, semalaman penduduk desa tak bisa tidur karena perpindahan makhluk halus yang lari tunggang langgang.

NAMA kiai ini KH Abdul Karim. Ia adalah pendatang dari Magelang yang kemudian diambil menantu Kiai Sholeh, Banjarmelati Kediri. Perpindahan Kiai Karim ke desa Lirboyo dilatarbelakangi atas dorongan dari mertuanya sendiri yang berharap dengan menetapnya Kiai Karim di Lirboyo akan menjadi tonggak penting syiar Islam di daerah itu. Gayung bersambut, kepala desa Lirboyo juga memohon kepada Kiai Sholeh agar berkenan menempatkan salah satu menantunya di desa Lirboyo. Dengan hal ini diharapkan Lirboyo yang semula angker dan rawan kejahatan menjadi sebuah desa yang aman dan tentram. Benar, selepas Kiai Karim melantunkan adzan, Desa Lirboyo bebas dedemit. Dan, tiga puluh lima hari setelah menempati tanah tersebut, Kiai Karim mendirikan surau mungil nan sederhana. Peristiwa bersejarah ini terjadi pada 1910.

Secara garis besar Kiai Karim adalah pribadi yang sangat sederhana dan bersahaja. Ia juga gemar mela-kukan riyadlah mengolah jiwa alias tirakat. Kealimannya juga mulai terdengar ke luar daerah. Adalah bocah bernama Umar asal Madiun, yang menjadi santri pertama yang menimba ilmu dari Kiai Karim. Kedatangannya disambut baik oleh shahibul bait, karena kedatangan musafir itu untuk menimba pengetahuan agama. Selama nyantri, Umar sangat ulet dan telaten. Ia benar-benar taat pada Kiai.

Selang beberapa waktu ada tiga santri menyusul jejak Umar. Mereka berasal dari Magelang, daerah asal Kiai Karim. Masing-masing bernama Yusuf, Shomad dan Sahil. Tidak lama kemudian datanglah dua orang santri bernama Syamsuddin dan Maulana, yang sama-sama berasal dari Gurah Kediri. Seperti santri sebelumnya, kedatangan kedua santri ini bermaksud untuk mendalami ilmu agama dari Kiai Karim. Akan tetapi baru dua hari saja mereka berdua menetap di Lirboyo, semua barang-barangnya ludes disambar pencuri. Memang pada saat itu situasi Lirboyo belum sepenuhnya aman. Di Lirboyo masih ada sisa-sisa perbuatan tangan-tangan jahil. Akhirnya mereka berdua mengurungkan niatnya untuk mencari ilmu. Mereka pulang ke kampung halamannya.

Tahun demi tahun, Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo semakin dikenal oleh masyarakat luas dan semakin dibanjiri santri. Maka untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang dialami oleh Syamsuddin dan Maulana, dibentuk-lah satuan keamanan yang bertugas ronda keliling disekitar pondok.

Karena jumlah santri semakin membludak, dan musalla kecil tak lagi representatif, maka timbullah gagasan dari Kiai Karim untuk mendirikan masjid. Semula masjid itu amat sederhana, tidak lebih dari dinding dan atap yang terbuat dari kayu. Namun setelah beberapa lama masjid itu digunakan, bangunan itu mengalami kerapuhan. Bahkan suatu ketika masjid sederhana itu porak poranda disapu angin puting beliung. Akhirnya, KH Muhammad, kakak ipar Kiai Karim, berinisiatif membangun kembali masjid yang telah rusak itu dengan bangunan yang lebih permanen. Setelah bermusyawarah dan meminta izin pada KH Ma’ruf Kedunglo Kediri, dalam tempo peng-garapan yang tidak terlalu lama, masjid itu sudah berdiri tegak dan megah (pada masa itu) dengan mustakanya yang menjulang tinggi. Dinding serta lantainya terbuat dari batu merah, gaya bangunannya bergaya klasik, yang merupakan perpaduan model arsitektur Jawa kuno dengan Timur Tengah. Peresmian dilakukan pada tanggal 15 Rabi’ul Awwal 1347 H. / 1928 M. Acara itu bertepatan dengan acara ngunduh mantu putri Kiai Karim yang kedua, Salamah dengan KH Manshur Paculgowang Jombang.

Murid Kiai Kholil Bangkalan

Kiai Karim lahir pada 1856, di sebuah desa terpencil bernama Diyangan Kawedanan Mertoyudan Magelang. Nama kecilnya adalah Manaf, putra ketiga dari empat bersaudara, dari pasangan Kiai Abdur Rahim dan Nyai Salamah. Pada saat Manaf berusia 14 tahun, mulailah ia berkelana dari satu pesantren ke pesantren lain. Daerah pertama yang dituju adalah desa Babadan Gurah Kediri, lantas Karim meneruskan pengembaraannya di daerah Cepoko, 20 km arah selatan Nganjuk. Di sini Karim menuntut ilmu kurang lebih selama 6 Tahun. Selanjutnya pindah lagi ke Pesantren Trayang, Bangsri, Kertosono Nganjuk, untuk memper-dalam pengkajian ilmu al-Quran. Karena tetap haus ilmu, ia kemudian meneruskan pengembaraannya ke Pesantren Sono, sebelah timur Sidoarjo, sebuah pesantren yang ter-kenal dengan ilmu sharafnya. Tujuh tahun lamanya ia kerasan menuntut ilmu di pesantren ini. Periodenya selanjutnya diteruskan dengan nyantri di Pondok Pesantren Kedungdoro Surabaya. Era mondok yang paling berkesan adalah tatkala ia berguru pada ulama kharismatik yang menjadi guru para ulama Jawa dan Madura, Syaikhona Kholil Bangkalan. Tak tanggung-tanggung, Karim berguru di pesantren ini selama 23 tahun! Tak heran jika dalam usia yang terus bertambah, ia masih belum tertarik membina rumah tangga.

Pada saat berusia 40 tahun, Karim, yang mulai dipanggil kiai, memilih meneruskan pencarian ilmunya di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, yang diasuh oleh sahabat karibnya semasa di Bangkalan, KH M Hasyim Asy’ari. Hingga pada suatu ketika Mbah Hasyim menjodohkan Kiai Karim dengan putri Kiai Sholeh dari Banjarmlati Kediri. Akhirnya pada tahun 1328 H/ 1908 M, Kiai Karim menikah dengan Siti Khodijah Binti KH Sholeh, yang kemudian dikenal dengan nama Nyai Dlomroh. Dua tahun kemudian Kiai karim bersama istri ter-cinta hijrah ke tempat baru, Lirboyo.

Sosok Kiai Karim dikenal sebagai sosok yang sangat istiqomah dan berdisiplin dalam beribadah, bahkan dalam segala kondisi apapun dan ke-adaan bagaimanapun. Hal ini terbukti tatkala menderita sakit, Kiai Karim masih saja istiqomah untuk mem-berikan pengajian dan memimpin shalat berjamaah, meski harus dipapah oleh para santri. Sebagai pengasuh ratusan santri, sikapnya yang kebapakan dan rendah hati, masih lekat diingatan para santri yang masih menangi zamannya.

Pernah, suatu ketika, ada pemuda yang berniat mondok di Lirboyo. Pakaiannya perlente sambil menen-teng koper, sebuah penanda kemewahan pada zaman itu. Di gerbang pondok, ia berpapasan dengan orang tua berpenampilan sederhana. Dengan seenaknya ia minta tolong pada orang tua itu untuk membawa-kan kopernya yang berat. “Antarkan aku ke ndalem Kiai Karim,” perintah-nya. Yang dimintai tolong segera mengiyakan. Setelah sampai di rumah kiai, orang tua itu meminta sang pemuda agar menunggu Kiai Karim barang sejenak. Alangkah terperanjatnya pemuda itu saat Kiai Karim muncul dari balik pintu ruang tengah, sebab orang tua yang ia suruh menenteng kopernya itu adalah Kiai Karim! Konon, saking malunya, pemuda perlente tersebut langsung mem-batalkan niatnya mondok di Lirboyo.

Mendung kedukaan menggelayut menaungi Lirboyo, saat Kiai Karim wafat pada 1954. Sepeninggal Kiai Karim, Ponpes Lirboyo dilanjutkan para menantunya, seperti KH Marzuqi Dahlan (adik KH Ihsan Dahlan Jampes, penulis Sirajut Thalibin), KH Mahrus Ali dan KH Jauhari. Adapun menantu yang lain, KH Abdullah mengasuh pesantren Turus Gurah Kediri, KH Manshur Anwar mengasuh pesantren Tarbiyatun Nasyiin Pacolgowang Jom-bang, sedangkan KH. Zaini mengasuh pesantren Krapyak Yogyakarta.

Sekarang, pesantren yang menapak usia seabad ini dihuni sekitar 10 ribu santri. Diasuh secara kolektif oleh para cucu Kiai Karim, seperti KH Idris Marzuqi, KH Anwar Manshur, KH Imam Yahya Mahrus, KH Habibullah Zaini, dll.

Apa sajakah hal-hal yang harus dipersiapkan untuk melakukan perubahan dalam pendidikan ?

Apa sajakah hal-hal yang harus dipersiapkan untuk melakukan perubahan dalam pendidikan ?



A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan Indonesia semakin hari kualitasnya makin rendah. Berdasarkan Survey United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), terhadap kualitas pendidikan di Negara-negara berkembang di Asia Pacific, Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara. Sedangkan untuk kualitas para guru, kulitasnya berada pada level 14 dari 14 negara berkembang.
Salah satu faktor rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah karena lemahnya para guru dalam menggali potensi anak. Para pendidik seringkali memaksakan kehendaknya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan, minat dan bakat yang dimiliki siswanya. Kelemahan para pendidik kita, mereka tidak pernah menggali masalah dan potensi para siswa. Pendidikan seharusnya memperhatikan kebutuhan anak bukan malah memaksakan sesuatu yang membuat anak kurang nyaman dalam menuntut ilmu. Proses pendidikan yang baik adalah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk kreatif.

Biografi Pendidikan Kholil

Biografi Pendidikan Kholil



Taman Kanak-kanak (TK). Madrasah Ibtidaiyah (MI). Madrasah Tsanawiyah (MTs). Miftahush Shibyan (Selesai. 2000.2006.2009)
Jl. Masjid No. 08 Sengon Pringgodani Kec. Bantur Kab. Malang
Kecamatan: 
 Bantur
Kabupaten: 
 Malang
Provinsi: 
 Jawa Timur
Npsn: 
 60714994
Jenjang : TK/MI/MTs.
Status : Swasta

Madrasah Aliyah (MA) Al-Khoirot ( http://ma.alkhoirot.com/ ) 2012
Alamat : Des. Karangsuko Kec. Pagelaran Kab. Malang

Potensi Manusia dan Implikasinya dalam Pendidikan

Potensi Manusia dan Implikasinya dalam Pendidikan


A. Latar Belakang

Allah telah melengkapi manusia dengan berbagai sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan hidupnya agar ia dapat menata kehidupan di muka bumi dengan baik. Segala kelengkapan itu sebelumnya masih bersifat potensial, melalui berbagai tahapan perkembangan. Setelah terlahir ke dunia, manusia akan sangat bergantung kepada bantuan pihak lain dalam menggunakan dan mengembangkan potensinya itu. Untuk mencapai tahap tertentu dalam perkembangannya, manusia memerlukan upaya orang lain yang mampu dan rela memberikan bimbingan ke arah kedewasaan, paling tidak bantuan dari sang ibu. Upaya itu dapat disebut sebagai proses pendidikan. Karena itu dalam hal apapun manusia masih memerlukan pendidikan. Potensi yang diberikan Allah kepada manusia tidak akan berkembang dengan sendirinya secara sempurna tanpa adanya bantuan dari pihak lain sekalipun potensi yang dimilikinya bersifat aktif dan dinamis. Potensi kemanusiaan itu akan bergerak terus menerus sesuai dengan pengaruh yang diperolehnya. Intensitas pengaruh tersebut sangat bervariasi sesuai dengan kemauan dan kesempatan yang diperolehnya yang kemudian menentukan pengalaman dan kedewasaan masing-masing.

Permasalahan Pendidikan Di Indonesia





BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan Indonesia semakin hari kualitasnya makin rendah. Berdasarkan Survey United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), terhadap kualitas pendidikan di Negara-negara berkembang di Asia Pacific, Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara. Sedangkan untuk kualitas para guru, kulitasnya berada pada level 14 dari 14 negara berkembang.
Salah satu faktor rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah karena lemahnya para guru dalam menggali potensi anak. Para pendidik seringkali memaksakan kehendaknya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan, minat dan bakat yang dimiliki siswanya. Kelemahan para pendidik kita, mereka tidak pernah menggali masalah dan potensi para siswa. Pendidikan seharusnya memperhatikan kebutuhan anak bukan malah memaksakan sesuatu yang membuat anak kurang nyaman dalam menuntut ilmu. Proses pendidikan yang baik adalah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk kreatif. Itu harus dilakukan sebab pada dasarnya gaya berfikir anak tidak bisa diarahkan.

Makalah Meteorologi dan Klimatologi

Makalah Meteorologi dan Klimatologi

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Masalah lingkungan hidup, bukan masalah yang baru, tetapi sudah ada sejak manusia hidup di muka bumi. Keberadaan manusia di bumi merupakan faktor penyebab terjadinya masalah lingkungan hidup.
Pertumbuhan penduduk yang besar mengakibatkan meningkatnya masalah terhadap lingkungan hidup. Diusulkan, salah satu upaya untuk mengatasi masalah terhadap lingkungan hidup adalah dengan cara memberikan pengetahuan tentang lingkungan hidup kepada siswa sejak pendidikan dasar.
Pertumbuhan populasi manusia yang cepat, menyebabkan kebutuhan akan pangan, bahan bakar, tempat pemukiman, dan lain kebutuhan serta limbah domestik juga bertambah dengan cepat. Pertumbuhan populasi manusia telah mengakibatkan perubahan yang besar dalam lingkungan hidup.
Permasalahan lingkungan hidup menjadi besar karena kemajuan teknologi. Akan tetapi yang harus diingat bahwa teknologi bukan saja dapat merusak lingkungan, melainkan diperlukan juga untuk mengatasi masalah lingkungan hidup. Contoh: Mesin mobil yang tidak menggunakan bahan bakar fosil (bensin), tetapi menggunakan gas – Ingat: Langit Biru.
Back To Top