Inspiration for your life

Cari Blog Ini

Apa sajakah hal-hal yang harus dipersiapkan untuk melakukan perubahan dalam pendidikan ?

Apa sajakah hal-hal yang harus dipersiapkan untuk melakukan perubahan dalam pendidikan ?



A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan Indonesia semakin hari kualitasnya makin rendah. Berdasarkan Survey United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), terhadap kualitas pendidikan di Negara-negara berkembang di Asia Pacific, Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara. Sedangkan untuk kualitas para guru, kulitasnya berada pada level 14 dari 14 negara berkembang.
Salah satu faktor rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah karena lemahnya para guru dalam menggali potensi anak. Para pendidik seringkali memaksakan kehendaknya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan, minat dan bakat yang dimiliki siswanya. Kelemahan para pendidik kita, mereka tidak pernah menggali masalah dan potensi para siswa. Pendidikan seharusnya memperhatikan kebutuhan anak bukan malah memaksakan sesuatu yang membuat anak kurang nyaman dalam menuntut ilmu. Proses pendidikan yang baik adalah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk kreatif.

B. Masalah Mendasar Pendidikan di Indonesia
Bagi orang-orang yang berkompeten terhadap bidang pendidikan akan menyadari bahwa dunia pendidikan kita sampai saat ini masih belum optimal. Pendidikan yang masih belum optimal ini disebabkan karena pendidikan yang seharusnya membuat manusia menjadi manusia, tetapi dalam kenyataannya seringkali tidak begitu. Seringkali pendidikan tidak memanusiakan manusia.
Masalah yang lain diantaranya adalah sistem pendidikan yang top-down (dari atas ke bawah) atau kalau menggunakan istilah Paulo Freire (seorang tokoh pendidik dari Amerika Latin) adalah pendidikan gaya bank. Sistem pendidikan ini sangat tidak membebaskan karena para peserta didik (murid) dianggap manusia-manusia yang tidak tahu apa-apa. Guru sebagai pemberi mengarahkan kepada murid-murid untuk menghafal secara mekanis apa isi pelajaran yang diceritakan. Guru sebagai pengisi dan murid sebagai yang diisi. Otak murid dipandang sebagai safe deposit box, dimana pengetahuan dari guru ditransfer kedalam otak murid dan bila sewaktu-waktu diperlukan, pengetahuan tersebut tinggal diambil saja. Murid hanya menampung apa saja yang disampaikan guru.
Jadi hubungannya adalah guru sebagai subyek dan murid sebagai obyek. Model pendidikan ini tidak membebaskan karena sangat menindas para murid. Freire mengatakan bahwa dalam pendidikan gaya bank pengetahuan merupakan sebuah anugerah yang dihibahkan oleh mereka yang menganggap dirinya berpengetahuan kepada mereka yang dianggap tidak mempunyai pengetahuan apa-apa.


C. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia menurun
Banyak faktor-faktor yang menyebabkan kualitas pendidikan di Indonesia semakin terpuruk. Faktor-faktor tersebut yaitu :
1. Rendahnya Kualitas Sarana Fisik
Untuk sarana fisik misalnya, banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi kita yang gedungnya rusak, kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah, buku perpustakaan tidak lengkap. Sementara laboratorium tidak standar, pemakaian teknologi informasi tidak memadai dan sebagainya. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri, tidak memiliki perpustakaan, tidak memiliki laboratorium dan sebagainya.
2. Rendahnya Kualitas Guru
Keadaan guru di Indonesia juga amat memprihatinkan. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya sebagaimana disebut dalam pasal 39 UU No 20/2003 yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan, melakukan pelatihan, melakukan penelitian dan melakukan pengabdian masyarakat.
Hal itu dapat dibuktikan dengan masih banyaknya guru yang belum sarjana, namun mengajar di SMU/SMK, serta banyak guru yang mengajar tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang mereka miliki. Keadaan seperti ini menimpa lebih dari separoh guru di Indonesia, baik di SD, SLTP dan SMU/SMK. Artinya lebih dari 50 persen guru SD, SLTP dan SMU/SMK di Indonesia sebenarnya tidak memenuhi kelayakan mengajar. Dengan kondisi dan situasi seperti itu, diharapkan pendidikan yang berlangsung di sekolah harus secara seimbang dapat mencerdaskan kehidupan anak dan harus menanamkan budi pekerti kepada anak didik. “Sangat kurang tepat bila sekolah hanya mengembangkan kecerdasan anak didik, namun mengabaikan penanaman budi pekerti kepada para siswanya.”
Hal lain yang di sebabkan oleh kurang profeionalnya tenaga pendidik adalah pendidik akan menyampaikan materi atau pelajaran kepada siswa dengan metode yang monoton, yang mana pembelajaran dengan system yang monoton tidak akan membbuat suasana PBM (proses belajar mengajar) menyenangkan, dan pembelajaran dengan cara komunikasi satu arah juga tidak akan efektif, karna selalu guru mengajar murid juga belajar.
Walaupun guru dan pengajar bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pendidikan tetapi, pengajaran merupakan titik sentral pendidikan, sebagai cermin kualitas, tenaga pengajar memberikan andil sangat besar pada kualitas pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya.

D. Solusi Pendidikan di Indonesia
Dari uraian masalah-masalahdiatas, seperti rendahnya kualitas sarana fisik, rendahnya kualitas guru, dan lain-lain seperti yang telah dijelaskan diatas, maka dapat di klasifikasikan masalah pendidikan di Indonesia ada 2 macam, pertama, factor eksteren yaitu problem yang timbul disebabkan kurang mendukungnya lingkungan sekitar, seperti halnya : sarana pembelajaran yang kurang memadahi, dll. Kedua, factor intern yaitu problem yang timbul dari dalam yakni pelaku pindidikan (guru,siswa,dll.), seperti halnya : kurangnya semangat belajar siswa, kurang profesionalnya tenaga pendidik. Setelah itu dapat kita simpulkan, solusi dari masalah pendidikan di Indonesia ada 2 macam, dan sebagai berikut :
a. factor eksteren
- menyediakan sarana pembelajaran yang memadahi yang nantinya akan menunjang kualitas PBM. Oleh karena itu seharusnya pemerintah meningkatkan anggarkan dana untuk kesejahteraan pendidikan Indonesia, disertai dengan pengawasan yang ketat.
b. factor intern
- meningkatkan professionalitas tenaga pengajar (guru).
Sehingga dengan ide-ide kreatifnya mereka dapat menyampaikan materi terhadap murid-muridnya dengan menyenangkan, sehingga menciptakan PBM yang efektif. Guru yang hebat bukanlah guru yang ditakuti murid-muridnya, sebaliknya sebagai seorang guru seharusnya bersahabat dengan murid-muridnya dan selalu memberi teladan yang baik. Sebagaimana yang telah disebutkan di dalam buku “Guru Gokil-Murid Unyu” guru yang hebat adalah guru yang menginspirasi murid-muridnya untuk selalu melakukan tindakan yang positif dan bermanfaat.

-Menciptakan suasana PBM aktif, efektif serta menyenagkan.
Untuk mencegah terjadinya PBM yang pasif dan tidak efektif hendaknya guru menghindari PBM dengan system komunikasi satu arah yang selalu menempatkan siswa sebagai objek pendidikan karena seperti yang telah disebutkan sebelumnya tidak selalu guru mengajar murid pun ikut belajar. Pengajaran yang baik adalah dengan teman sebaya oleh karena  itu seorang guru hendaknya memberikan kesempatan kepada murid-muridnya untuk belajar bersama menggali potensi diri mereka, dengan bersosialisai dengan teman-temannya untuk mebahas suatu permasalahan yakni tugas yang di dapatnya dari seorang guru.
Maka dengan adanya solusi-solusi tersebut diharapkan pendidikan di Indonesia dapat bangkit dari keterpurukannya, sehingga dapat menciptakan generasi-generasi baru yang berSDM tinggi, berkepribadian pancasila dan bermartabat.



E. Simpulan
Banyak sekali factor yang menjadikan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Factor-faktor yang bersifat teknis diantaranya adalah rendahnya kualitas guru, rendahnya sarana fisik,. Namun sebenarnya yang menjadi masalah mendasar dari pendidikan di Indonesia adalah sistem pendidikan di Indonesia itu sendiri yang menjadikan siswa sebagai objek, sehingga manusia yang dihasilkan dari sistem ini adalah manusia yang hanya siap untuk memenuhi kebutuhan zaman dan bukannya bersikap kritis terhadap zamannya. Maka disinilah dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dan mesyarakat untuk mengatasi segala permasalahan pendidikan di Indonesia.


Labels: pendidikan

Thanks for reading Apa sajakah hal-hal yang harus dipersiapkan untuk melakukan perubahan dalam pendidikan ?. Please share...!

0 Comment for "Apa sajakah hal-hal yang harus dipersiapkan untuk melakukan perubahan dalam pendidikan ?"

Back To Top